Ichigo Gari
Sebenarnya ini tulisan tentang kegiatan beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 31 Maret lalu. Hanya karena saya belum sempat buat tulisannya dan baru sekarang. Beberapa waktu lalu saya buat tulisan tentang PIEF dan Otsuka,.. duakali nulis dan dua kali hilang,.. salah sih,.. mestinya saya tulis nggak langsung di blog, biar ada back up. Sekarang udah keburu nggak mood lagi nulis itu, saya biarin dulu yg muncul cuman judulnya aja,...
Ichigo gari, istilah untuk acara jalan-jalan ke perkebunan ichigo alias stroberi, itu lho buah yang mirip arbey ya?... warnanya merah, asem-asem manis. Di perkebunan itu para pengunjung setelah membayar uang masuk, boleh metik dan makan sepuasnya, sekenyang-kenyangnya ichigo. Asyik aja,.. saya sekeluarga memang jago makan ichigo. Bila beli satu pak ichigo yang isinya antara 20-25 buah,.. maka sebelum saya sempat nyobain atau ikut makan, kedua anak saya bakalan menghabiskannya terlebih dahulu, padahal harganya nggak murah-murah amat, jadi beli ichigo nggak bisa sesering beli pisang.
Makanya, di ichigo gari ini, baik saya maupun suami dan anak-anak, nggak usah khawatir nggak kebagian, sekuat perutnya, boleh makan berapa aja. Hanif dan Hasya tampak senang banget, metik sana, metik sini, suap yg ini suap yang itu, yang pasti metiknya harus yang sudah merah dan ambil jangan buahnya aja, tapi dengan sedikit tangkainya.
Kami sudah dibekali oleh pemilik perkebunan sebuah wadah untuk menampung sampah atau sisa kelopak yg nempel di buah ichigonya, jadi nggak bertebaran kemana aja dan tetap bersih.
Metik ichigo langsung dimakan, tidak ada proses dicuci dulu, karena memang tanamannya tidak kena udara luar secara langsung, ichigo ditanam di sebuah ruang yang ditutupi plastik, jadi kayak rumah kaca gitu,.. dan tanahnya antara satu tanaman dengan tanaman lainnya pun tertutup plastik jadi nggak ada tanah yang berhamburan keluar menjamin buahnya bersih dan siap langsung dimakan.
Dan inilah sedikit proses penanaman ichigo mulai tanam hingga panen. Mulai penanaman bibit bulan Sepetember, kemudian berbunga, sekitar bulan November, dari bunga hingga menjadi buah ichigo yang merah dan ranum memerlukan kurang lebih 40 hari, jadi katanya pemetikan pertamakali dilakukan pada bulan Januari, saat suhu benar-benar dingin,.. dan ichigo yang enak, manis-manis dan besar buahnya, adalah sekitar bulan januari dan febuari. Tapi pengunjungnya kurang karena suhunya yang dingin,.. nggak enak kita menikmati ichigo sambil gemetar kedinginan.
Akhirnya setelah masing-masing dari kami sudah tidak lagi mampu memasukkan ichigo ke mulut, kami putuskan untuk mengakhiri panen ichigo. Kalo berlebihan kan rasanya juga akan berkurang nikmatnya, walopun Hanif masih saja bersemangat metik, namun belum tentu kuat makannya. So,.. kami semua pun bubar,.. kembali ke tempat istirahat, lapor ke pemilikinya bahwa sudah selesai, mengembalikan wadah sampah. Dan ternyata oleh pemilik perkebunan sudah disipkan ocha (teh), untuk menghangatkan perut.
Ichigo gari, istilah untuk acara jalan-jalan ke perkebunan ichigo alias stroberi, itu lho buah yang mirip arbey ya?... warnanya merah, asem-asem manis. Di perkebunan itu para pengunjung setelah membayar uang masuk, boleh metik dan makan sepuasnya, sekenyang-kenyangnya ichigo. Asyik aja,.. saya sekeluarga memang jago makan ichigo. Bila beli satu pak ichigo yang isinya antara 20-25 buah,.. maka sebelum saya sempat nyobain atau ikut makan, kedua anak saya bakalan menghabiskannya terlebih dahulu, padahal harganya nggak murah-murah amat, jadi beli ichigo nggak bisa sesering beli pisang.
Makanya, di ichigo gari ini, baik saya maupun suami dan anak-anak, nggak usah khawatir nggak kebagian, sekuat perutnya, boleh makan berapa aja. Hanif dan Hasya tampak senang banget, metik sana, metik sini, suap yg ini suap yang itu, yang pasti metiknya harus yang sudah merah dan ambil jangan buahnya aja, tapi dengan sedikit tangkainya.
Kami sudah dibekali oleh pemilik perkebunan sebuah wadah untuk menampung sampah atau sisa kelopak yg nempel di buah ichigonya, jadi nggak bertebaran kemana aja dan tetap bersih.
Metik ichigo langsung dimakan, tidak ada proses dicuci dulu, karena memang tanamannya tidak kena udara luar secara langsung, ichigo ditanam di sebuah ruang yang ditutupi plastik, jadi kayak rumah kaca gitu,.. dan tanahnya antara satu tanaman dengan tanaman lainnya pun tertutup plastik jadi nggak ada tanah yang berhamburan keluar menjamin buahnya bersih dan siap langsung dimakan.
Dan inilah sedikit proses penanaman ichigo mulai tanam hingga panen. Mulai penanaman bibit bulan Sepetember, kemudian berbunga, sekitar bulan November, dari bunga hingga menjadi buah ichigo yang merah dan ranum memerlukan kurang lebih 40 hari, jadi katanya pemetikan pertamakali dilakukan pada bulan Januari, saat suhu benar-benar dingin,.. dan ichigo yang enak, manis-manis dan besar buahnya, adalah sekitar bulan januari dan febuari. Tapi pengunjungnya kurang karena suhunya yang dingin,.. nggak enak kita menikmati ichigo sambil gemetar kedinginan.
Akhirnya setelah masing-masing dari kami sudah tidak lagi mampu memasukkan ichigo ke mulut, kami putuskan untuk mengakhiri panen ichigo. Kalo berlebihan kan rasanya juga akan berkurang nikmatnya, walopun Hanif masih saja bersemangat metik, namun belum tentu kuat makannya. So,.. kami semua pun bubar,.. kembali ke tempat istirahat, lapor ke pemilikinya bahwa sudah selesai, mengembalikan wadah sampah. Dan ternyata oleh pemilik perkebunan sudah disipkan ocha (teh), untuk menghangatkan perut.

1 Comments:
At 7:03 PM,
Anonymous said…
mba,mau nanya ichigo gari itu di mana tempatnya?
Post a Comment
<< Home