My Little World

Wednesday, March 16, 2005

Mengingat Kematian

Beberapa minggu ini, terasa sekali bahwa hari-hari telah berlalu dengan cepat. Sekarang udah mulai masuk ke pertengahan Maret, musim dingin perlahan pergi, diganti pucuk-pucuk daun yang mulai muncul menghiasi awal musim semi.

Dimulai tanggal 26 Januari, hari pengurusan jenazah Sulis san. alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa terlibat dalam pengurusan itu. Beraneka macam rasa muncul. Tapi semua adalah pengingat saya dalam soal mati.

Mengingat kematian, membuat saya mngingat banyak hal. Tidak hanya bekal untuk menghadapi perhitungan di hari akhir, tapi juga mengingat bagaimana anak-anak yang akan ditinggalkan oleh saya. Mereka masih sangat lemah, mengurus diri sendiri pun belumlah sempurna. Siapa yang akan mengurus mereka, bagaimana makannya, gimana kalo mo tidur, mereka selalu mencari saya, siapa yang akan membacakan buku mnejelang lelapnya mereka? dsb,..dsb,..
Suami saya seorang dewasa, saya tidaklah terlalu khawatir bila saatnya ditingal oleh saya, karena dia akan dengan mudah mencari pengganti saya (hiks,..), atau jugamemenuhi kebutuhan fisik lainnya seperti makan, rumah dsb. Tapi anak-anak saya?....

Qur-an suart al Imran ayat 14,
"Dijadkan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik."

Dalam ayat itu disebutkan bahwa syahwat itu termasuk didalamnya keinginan terhadap wanita, anak-anak, harta, kendaraan, usaha, simapanan. Syahwat tidak sebatas kebutuhan biologis, tapi juga meliputi hal diatas. Jadi bila saya merasa begitu kuat perasaan takut kehilangan anak-anak, khawatir terhadap mereka, maka saya pun bisa dikatakan mempunyai syahwat yang besar.

"dan disisi Allah-lah tempat yang baik." Semuanya harus saya serahkan kepada allah, segala kekhawatirans aya tentang hal apapun yang menyangkut syahwat, harus bisa saya serahkan kepada Allah. Saya harus bisa berserah diri untuk urusan apapun, termasuk anak-anak.
Allahlah yang memberi keputusan apa yang terbaik buat mereka, allahlah yang akan menjaga mereka karena Dialah sebaik-baiknya penjaga.
Saya berdoa semoga Allah senantiasa berada dalam jiwa-jiwa mereka sehingga mereka tidak segan dan tidak ragu untuk menggantungkan segalanya kepada Allah,..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home