My Little World

Sunday, March 20, 2005

Desa itu apa, ibu?

Ya,.. semakin lama, kemampuan berbahasa Indonesia, Hanif apalagi Hasya semakin berkurang. Tapi saya tetap berusaha mempertahankannya. Akhir-akhir ini semua penjelasan atau ceritanya Hanif di sekolah pake bahsa Jepang, kadang saya harus meminta dia menterjemahkan dalam bahasa Indoneisa. Hasya?,.. jangan ditanya,.. apa yang diucapkan oleh kakaknya maka itu pula yang keluar dari mulutnya. Ucapan ibunya dalam bahasa Indonesia kalah pamor dengan percakapan kakaknya. Ya, resiko tinggal di Jepang, ya yang kelaur bahsa Jepang kan?... tapi saya teteap pengen anak-anak tidak lupa dnegan bahasa Indonesia, masih bisa komunikasi dnegan nenek kakeknya di telpon,.. tapi apa daya,.. sepertinya saya mesti kuat-kuatan nih sama Hanif dan acara tivi.

Seperti malam sebelumnya, saya coba cerita tentang shirah Nabi Muhammad SAW. Saya mulai dengan kelahiran bayi Muhammad, di sebuah tempat di padang pasir. Kemudian Muhammad kecil dibawa oleh pengasuhnya tinggal di desa, dst,..dst. Saya coba cerita dengan bahasa anak-anak dan ingin agar Muhammad kecil dianggap sebagai nakama Hanif. Ternyata banyak sekali kosakata bahasa Indonesia yang tidak dia ketahui. Desa, kota, ternak dll. Saya harus menjelaskan dalam bahasa Jepang agar Hanif ngerti dnegan cerita saya. Sampai ahirnya berhenti dulu di usia 6 tahun ketika Muhammad kecil bertemu dengan malaikat Jibril untuk dibersihkan dadanya.

Semoga hari-hari selanjutnya terus bersambung,...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home