My Little World

Saturday, July 30, 2005

Ikuta-ikutan Pake Multiply

Sudah sekian lama saya tidak meng-up date blog ini, kasian sekali dikau,..
Kemusian saya tergiur ikut-ikutan membuat account di multiply, dan itupun kurang dikelola dengan baik huh!. Buat nempelin foto aja sulit, karena filenya belum ketemu heheh,..jadi bingung naro tulisan di mana.
Ya udah deh, mau mengoptimalkan multiply dulu deh,.
JAdi unutk sementara saya posting dulu smeua tulisan ke sana ya,..
Dah ah,..

www.seroja.multiply.com
Mau buat atas nama hermin, katanya udah ada yang punya, ganti dengan dokter hermin juga katanya udah ada,..pokoknya yang mengandung hermin, udah penuh deh kayaknya,..heran juga ada banyak org pake nama ini heheh,..
Jadinya dipake deh nama samaran waktu muda dulu hihii,..anak ashkaf mungkin masih pada inget ,..seroja itu artinya bunga teratai, alias arti namaku dari bahasa mana gitu , saya juga lupa ,..
Dulu inget kalo abis nulis di bukom,.dibawahnya saya beri tanda bunga seroja,..
Dipikir-pikir norak juga ya,..hahaha,.dasar anak muda, ada-ada aja,..
Udah tua gini baru deh ngerasa konyol en norak, padahal dulu mana kepikir tuh!

Tuesday, June 14, 2005

Hanifkun No Tanjobi

Ya,..hari minggu lalu tanggal 12 Juni 2005, Hanif genap 5 tahun umurnya.
Tak terasa anak saya sudah beranjak meninggalkan usia balita. Usia yang katanya sebagai periode emas.
Ah Hanif,..tak teras kakak sekarang sudah semakin besar.
Ada beberapa yakusoku (janji), yang dia buat sendiri saat ultahnya ini, salahs atunya adalah, saat waktunya sholat dia berjanji untuk tidak lelet, dan bermalasan.
Sholatnya Hanif belumlah betul seluruhnya, tapi keinginan untuk menepati janji, yaitu bila waktunya sholat dia akan bergerak cepat cukup terlaksana.
Hanif akan jauh lebih sayang sama adeknya, tidak akan sering buat adek nangis, kalo ganti baju di sekolah, dia akan ganti baju di toilet, dan bukan di ruang kelas.
Itulah beberapa yakusoku yang diucapkan Hanif. Semoga bisa mamoru ya nak,..

Do-a dari ayah dan ibu buat Hanif:

Kakak udah semakin besar sekarang,..
Katanya kakak ingin cepat besar agar bisa bekerja seperti ayah.
Supaya bisa jadi taicho, bisa bawa orang banyak naik densha
Supaya tingginya bisa seperti ayah, jadi otona, sepat masuk shogakko.
Semua doanya Kakak semoga terkabul ya Nak.
Ibu dan ayah berharap, Kakak tetap jadi gambari san, seperti selama ini dan seterusnya.
Kakak tetap yasasi, selalu tetsudai ibu kapan pun ibu memerlukan bantuan.
Selama ini sedang apapun bila ibu minta bantuan Kakak selalu mau bantu, terima kasih ya Kak,..
Kakak tidak usah sering-sering ganggu adek ya,..Kakak ganggu adek karena Kakak ingin mainannya adek ya,..
Kakak suka kalo adek nangis ya,..iya,..adek kalo nangis suka lucu sih ya,..hehehe,..
Tapi Kak,..kasian kan adeknya,..capek teriak-teriak karena diganggu Kakak,..
Nakayoku ya sama adek,..
Selalu saling menyayangi ya,..berlomba dalam kebaikan. Seperti yang selama ini Kakak lalukan sama adek, bila ibu minta tolong sesuatu. Pasti kalian selalu berebut membantu ibu, terima kasih ya Kakak,..teimakasih ya Dek,..
Seperti bila ibu suruh baca buku, kalian selalu berebut mengambil buku masing-masing,..berebut baca iqra dll,...
Selalu fastabiqul khoirot ya anakku,..

Kakak selalu bilang, kalo sholat itu adalah bertemu dengan Allah. Pernah kakak bilang sama ibu, waktu kakak lihat ada cahaya matahari masuk lewat jendela mushola kita, waktu kita sama-sama sholat Ashar di akhir musim semi ini. Kakak bilang itu Allah kasih hikari (cahaya)buat Hanif, dan sekarang Allah ada di kokoranya(hatinya) Hanif,..
Ibu hampir saja bilang bahwa itu adalah cahaya matahari biasa saja,..
Tapi untunglah ibu bisa menahan kata-kata itu,..ibu biarkan Kakak mengatakan seperti itu, dan diam-diam ibu berdoa, semoga kelak Kakak mendapatkan benar-benar cahanyaNya, yang dirasakan Kakak saat kakak benar-benar mengerti tentangNya.
Semoga Allah berkenan memberikannya ya Nak,..
Carilah cahanya Allah sayang,..karena dengan terangnya engkau akan mampu berjalan, baik di dunia maupun di alam berikutnya,...

Peluk cium penuh cinta dari ayah dan Ibu ya,..
Selamat Ulang Tahun
O tanjobi, omedetto gozaimasu,...

Menata Lagi

Hari ini diberlakukan jadwal baru, bagi saya dan anak-anak. Saya membaca sebuah buku yang sangat inspiring buat saya, tentang spiritual parenting.

Saya terlambat 2 tahun untuk Hanif dan terlambat 1 tahun unutk Hasya,..tapi tidak perlu menyesal berkepanjangan, karena saya yakin penyesalan selau hadir belakangan. Tinggal saya harus bersikap bagaimana untuk memperbaiki hal yang disesali.
Semoga saya bisa belajar dari pengalaman,.. dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Thursday, June 09, 2005

Menyusui dan Menahan Marah

Saya hanya sempat menyusui anak pertama saya 1, 5 bulan saja lamanya. Hal ini disebabkan awalnya karena kebodohan dan ketidakmengertian saya tentang cara menyusui yang benar. Orang tua dan orang sekitar saya saat itu, hanyalah memberikan tips sederhana yang ujungnya kadang tidak jelas dasarnya. Selebihnya saya harus menghadapi pengalaman menyusui untuk pertama kalinya dalam keadaan infeksi yang luar biasa, menyebabkan saya harus istirahat menyusui kurang lebih 2 minggu lamanya, hasilnya ASI saya hilang dengan sendirinya, walaupun telah berusaha diperas. Sebenarya banyak faktor yang menyebabkan kondisi itu terjadi, tidak semata-mata masalah penyakit saja, hal-hal lain non fisik pun muncul karena kondisi saya saat itu.
Selain masalah diri sendiri, di Indonesia, rumah sakit yang iclude ada program laktasi yang menyeluruh bagi para pasien hamil dan melahirkan saat itu masih sangat jarang sekali. Setahu saya baru RS Boromeus yang mebuka kelas laktasi dan permasalahannya. RS Hasan Sadikin yang jadi rujukan RS di Jawa Barat pun belum ada kelas laktasi saat itu.

Berbeda dengan anak kedua saya yang lahir di Kastsushika Hospital Tokyo. Di rumah sakit tersebut, pelayanan terhadap ibu melahirkan terpadu dengan pendidikan mengenai menyusi. Ibu dan anak dikondisikan untuk menjalani jadwal pemberian minum dengan didampingi tutor per individu, karena kan msalah menyusi setiap orang berbeda-beda. Di sini saya mendapat ilmu, bahwa ternyata cara memeras ASI dengan tangan yang saya ketahui dari bahan kuliah saya di kedokteran dulu agak sedikit berbeda dengan pelaksanaannya di rumah sakit itu.
Dulu di RSHS, saya lihat para bidan mencontohkan mengurut payudara dari atas ke arah puting, untuk mengeluarkan ASI. Tapi di Katsushika, itu sama sekali tidak dianjurkan karena akan mengubah bentuk payudara sang ibu dan ASI yang dihasilkan pun kurang efektif. Di sana hanya dicontoh dengan memijat daerah aerola saja, bukan keseluruhan payudara, dan ini saya baru mengetahuinya setelah 3 tahun lulus kedokteran.

Dengan mendapat pelayanan terpadu tersebut, akhirnya saya sukses menyusui anak kedua saya hingga 1 tahun 10 bulan. Dan perbedaan waktunya menysui inilah yang sebenarnya ingin saya ungkapkan di sini. Saya merasakan betul perbedaan bonding dari kedua anak saya itu. Hanif si sulung, tidak begitu tertarik dengan soal bersentuhan fisik dengan saya. Buat dia, memegang bagian tubuh ibunya bukan suatu hal yang menarik. Berbeda dengan Hasya, dia akan senang memegang bagian tubuh saya dengan penuh minat, seperti tangan, kaki, pipi, telinga atau apapun yang terlihat olehnya. Setelah disapih, Hasya bila tidur sambil memegang lengan saya, dipeluknya seolah pengganti ASI sebagai sumber kenyamanan. Sekarang berubah, memegang kedua pipi saya atau telinga, tapi tetap berusha memegang bagian tubuh saya.
Tapi bukan berarti Hanif tidak suka berdekatan dengan saya, dia akan selalu meminta saya untuk memeluknya sebelum tidur, mencium pipinya bila selesai sholat atau bila waktunya tidur. Hanif tetap suka untuk dimanja, baik secara fisik maupun emosi.

DAn bagi saya pribadi, perbedaan ini terasa dalam mengatur tingkat kesabaran, entahlah,..apakah saya terlalu berlebihan mengenai hal ini. Hanya saja, seringkali saya mudah sekali untuk marah kepada Hanif, tapi tidak kepada Hasya. Dan saya berusaha untuk tidak bersikap seperti itu, karena efeknya yang tidak baik untuk perkembangan mereka berdua. Selama ini saya masih bisa menyeimbangkan keduanya. Tapi dalam hati saya kondisinya seperti itu. Rasanya lebih banyak toleransi yang bisa saya berikan kepada Hasya . Mungkin karena Hasya anak kedua dan Hanif anak pertama yang seringkali selalu diharapkan lebih maju dan lebih depan daripada adiknya. Atau karena Hasya adalah pengalaman saya yang kedua yang tentunya respon dan cara mengahadapinya bisa lebih baik daripada kedapa Hanif sebagai yang pertama. Hal ini bukan pula artinya saya lebih menyayangi Hasya dari pada kakaknya, tentu saja saya sayang keduanya, dan saya usahakan untuk selalu bersikap adil diantara keduanya.

Ya, memang masih banyak faktor yang bisa mempengaruhi hal itu. Tapi saya tetap yakin bahwa lamanya menyusui ASI bagi anak, akan mempengaruhi "rasa" dan keterikatan antara ibu dan anak. Menyusui ini bukan hanya memberikan susu. Artinya ASI diperas sedangkan yang memberikan orang lain atau lewat botol. Saya yakin anjuran dalam Qur-an unutk menyusui anaknya itu, tidak sebatas, memberikan susu dengan cara tersebut. Tidak sebatas menyampaikan hasil dari sebagian aliran darah sang ibu kepada anaknya. Tapi ada proses yang jauh lebih penting ketika menyusui terjadi. Ketika sang anak didekap dalam gendongan ibunya, ketika aliran darah itu mengalir, mengisi kelenjar susu hingga ASI pun bisa disedot dan diminum oleh sang bayi, ketika tarikan nafas dan denyut jantung sang ibu akan begitu terasa dan dekat bagi sang bayi., dan seterusnya, yang membawa efek lain selain mengenai kesehatan dan pentingnya kandungan ASI.

ah, ingin sekali saya berteriak,..wahai para ibu berikanlah ASI kita kepada yang berhak menerimanya,..

Wednesday, June 08, 2005

Kyoto, Nara dan Kobe

Nama kota berdasarkan urutan kunjungan. JAdi setelah menginap satu malam di Nagoya, kami bernagkat ke Kyoto, melihat-lihat kota tua yang begitu serings aya dengar sebagai kota wisata di Jepang.

Mungkin seharusnya bila akan bepergian melihat-lihat kota haruspunya referensi yang cukup, supaya tahu tujuan dan tempat mana yang akan dikunjungi. Dan saya tidak mempunyai itu smeua. Suamis aya hanya sempat melihat-lihat di situs, ada beberapa tempat yang bsia dikunjungi, salah satunya Kinkakuji, temple emas. Langsung kami meluncur ke sana. Iya memang tempel-nya dari emas. Bapak saya, bilang itu sih cuman cat kuningan biasa, bukan emas. suami saya protes, karena setahu dia, bangunan stu smeua emas. Jadi kerangka yang terdiri dari kayu ditempeli dg lempengan emas. Bagus, memang, megah. Dan yang pasti tempat sekitarnya rapih dan bersih sekali. Di kelilingi oleh air, dan taman-taman kecil, indah dan asri.

Berikutnya ingin pergi ke musium lokomotif tua di pusat kota Kyoto, tapi karena nyasar, jadinya keburu tutup. Akhirnya mampir ke Kyoto Tower. Lihat kota Kyoto dari ktinggian 133 meter.
Sebenarnya kira-kira sma aja ya tat kota di Jepang, mirip-mirip. Mungkin karena pembangunan yang begitu merata, rasanya sama aja kayak di Tokyo.

Setelah dari Kyoto Tower, kami smeua bernagkat ke Nara, mau mnginap di rumah kohai suami di Panasonic Scholarship. Sampai sekitar pukul 8 malam, langsung makan malam dan bersihkan badan. anak-anak kelelahan dan tak lama kemudian tidur.

Keesokan harinya berangkat ke Kobe, tuan rumah skealian mau ke mesjid Kobe karena ada acara Harun Yahya. Sedangkan kami berniat putar-putar kota Kobe. Parkir di pelabuhannya. Sayang cuaca mendung dan hujan deras, jadi tidak bisa melihat keindahan pantai ditengah kemgehan pelabuhan tertua di Jpeang. Di sekitar pelabuhan ada musium maritim yangs meuanya gratis. Ada pertunjukan teater 3 dimensi yang juga gratis. Bercerita tentang pentingnya memelihara kelestarian alam dalam bentuk cerita anak, lumyan menarik juga.
Dari museum itu diketahui sejarah kota pelabuhan tertua dan perkembangan akulturasi dan asimilasi kebudayaan Jepang dengan kebudayaanbarat lewat hubungan dagang.

Dari museum, masuk ke Kobe Tower hanya 108 meter saja tingginya. Setelah itu berusaha cari makan siang, puter-puter kota Kobe yang hiruk pikuk dnegan manusia yang berbelanja. MEncari makan halal di kota pelabuhan gini kok ya sulit sekali. Berkeliling hampir 1,5 jam mencari makanan. anak-anak dan bapak saya akhirnya tertidur duluan saking lamanya. Setiap masuk ke kombini selalu kehabisan makan siang. Yang ada hanya onogiri dan soba, tadinya kalo bisa dapetin makanan lain selian itu. Tapi saking sudah pusingnya, ya kahirnya beli juga onigiri dan soba deh,..
Yah namanya makan soba cuman mie ala jepang yang campur soyu saja, ya,..shoganai na,..

Waktu sholat ashar kamimenjemput tuan rumah di Nara, untuk kembali pulang bersama ke NAra. Saya sholat di mesjid Kobe yang terkenal itu. Terkenal karena tidak runtuh ketika gempa besar menyerang Koba. Msjid tertua di Jepang, katanya. DAn saya bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang sebelumnya hanya tahu lewat milis Fahima. Alhamdulillah bisa bersilaturahmi secara tak sengaja.

Pulang ke Nara ternyata macet,..jadi agak larut sampe di rumah. Makan malam dan akhirnya siap-siap istirahat. Keesokan harinya kami akan lanjut ke Kyoto unutk mampir sebentar ke museum lokomotif, karena kepalang janji sama anak-anak akan melihat lokomotif tua berjalan di museum tersebut. tapi memang bukan rejeki kami, museum itu tutup di hari tersebut, ya akhirnya kembali kami berkeliling Kyoto melihat tempel da tempel lagi. Salah satunya Ginkakuji. Tempel dari perak, tapi sayang yang terbuat perak hanya puncak tempelnya akja, berbentuk ayam jago (kalo nggak salah). AKrena terlalu sore, jadinya buru-buru membeli beberpaa suvenir dan kerajinan tangan khas Kyoto. Untunglah sempat melihat dua orang geisha, yang sebelumnya hanya saya lihat dari tivi-tivi saja. Banyak para wisatawan lain yang juga cukup antusias berfoto dnegan mereka.

Dari Kyoto, perjalan diteruskan kembali menuju Nagoya, kembali numpang penginapan di rumah keluarga Joko-Desi.
Kami sempatkan makan malam dulu di slaha satu restoran masakan itali, supaya tidak merepotkan tuan rumah. TIba di rumah pukul 10 malam, langsung tidur .
Besoknya adlah hari terakhir, selanjutnya akan pulang ke Tokyo. Ada 4 keluarga yang total menginap di rumah Desi malam itu. Dan semuanya bersama-sama ingin melihat kota Nagoya, terutama katanya ada yang namanya OASIS, sebuah koalm berbentuk oval di atas sebuah gedung perbelanjaan. Tapi sebelumnya kami mencari toko kimono bekas, yang dengar-degar cukup murah. Akhirnya ketemu juga tuh toko, tapi ternyata nggak banyak yang bisa dibeli, karena memang harganya nggak murah juga sih,..hihihi.

Dari toko itu rombongan bergerak mencari makan siang menjelang sore itu. KE sebuah restoran Turki, eh ya kok kebetulan ya,..tokonya juga tutup, padahal anak-anak juga bapak saya sudah begitu kelaparan. akhirnya diputuskan untuk makan di restoran karea yang punya muslim India. Tapi syang mereka baru saja buka jadi belum sempat menyiapkan segalanya dnegan baik. Maka tinggallah kami menunggu dalam hitungan lebih dari 30 menit untuk sebuah hidangan kare. anak saya yang asalnya tidak tahan makan ayam tandori karean pedas rasanya, kali ini melahapnya tanpa jeda, lapar kali ye,..hanya setiap satu suap ayam, satu dua teguk air putih.
Alhamdulillah, akhirnya kami makan dengan nikmat dan menghabiskan seluruh hidangan yang ada.

Perut sudah kenyang, siap-siap pergi ke OASIS, dan ternyata memang betul indah sekali. Apalagi waktu di malam hari, cahaya lampu remag-remang, belum lagi gemerlap kota Nagoya menambah keindahan konstruksi bangunan yang ada. Setelah puas berfoto-foto, saya dan kelauarga langsung meluncur ke Tokyo pulang menuju rumah tercinta. Berangkat dari _Nagoya pukul 9 malam. Sempat tidur sebentar di service area di jalan tol, Nagoya-TOkyo, adakurang lebih 1 jam lamanya, supirnya nggak kuat ngantuk berat. Akhirnya tiba di rumah pukul 4 dini hari. Alhamdulillah semuanya lancar tanpa hambatan.

Perjalanan selama 5 hari, cukup melelahkan tapi menyenangkan. Walaupun perjalanan ini tidaklah terlalu cocok untuk anak-anak, karena tempat-tempat yang dituju tidak ada unsur hiburan anak-anaknya. Tapi kami berjanji akan mengganti itu di kemudian hari.
Terima kasih kepada keluarga Joko-Desi yang sudah menampung kami dengan segala pelayanannya. Juga kepada kelaurga Khoirul-Yayu, yang telah direpotkan oleh kami terutama kedua anak kami yang sellau membuat berantakan mainan.
Semoga segala kebaikannya mendapat ganti yang ebrlipat ganda oleh Allah SWT. Amiiin.

Sunday, May 15, 2005

Nagoya

Mulai tanggal 23 April sampai tanggal 14 Mei, bapak saya datang berkunjung. ALhamdulillah beririsan dnegan liburan golden week,mulai tanggal 29 April sampai tanggal 5 Mei.
Jadi ada kesempatan berliburan bersama seluruh keluarga.

Kunjungan pertama kami berangkat ke Nagoya, menuju rumah keluarga Joko -Desi. Sampai di Nagoya langsung menuju mesjid Nagoya unutk sholat Jum'at, baru kemudian ke Nagoya Castle.

Nagoya Castle, adalah peninggalan Tokugawa Ieyasu, dibagun tahun 1612. Nama lainnya adalah Kinsachi-jo. Khas buat nagoya castle, di puncak castle ada dolpin emas. Kastil ini dihuni oleh keturunan ket8iga TOkugawa, Owari Tokugawa sampai 1817.
Tahun 1945 terbakar saat perang dunia kedua.
Terdiri dari lima lantai, didalamnya kita bisa lihat ruang eksibision, mulai dari sejarah kota hingga ruang teater untuk melihat sejarah kota secara visual.

Tadinya pengen nulis perjalanan dnegan sejarah tempat yang dikunjungi tapi ternyata, belum kesampaian aja, malah jadi menghambat tulisan-tulisan lainnya. So,.. terpaksa, saya cuman tulis sampai di situ aja soal sejarahnya. Selebihnya laporan perjalann biasa.

Tuesday, April 26, 2005

Mereka Bertasbih dengan Caranya...

Pukul enam pagi, di hari Minggu, saya sekeluarga meluncur ke Narita unutk menjemput bapak saya yang akan berkunjung ke Tokyo selama kurang lebih 3 minggu.
Ketika perjalanan menuju Narita, ada sebuah truk depan mobil kami, berisi beberapa ekor binatang. Dilihat dari tingginya bukan sapi, dilihat warnanya bukan domba, dan ternyata oooo,.. ternyata gerombolan babi,...
Seketika rasa jijik menyergap saya, dan segera saya meminta suami untuk mempercepat laju mobil melewati truk itu.

Entahlah,.. bila melihat babi, rasanya asosiasi pikiran saya kepada hal-hal yang menjijikan, padahal bisa jadi babi ternak itu kandangnya termasuk bersih katanya... Rasanya tidak sudi saya memegang atau bahkan memandang sekalipun binatang tersebut. Ini disebabkan karena dalam pikiran saya babi adalah sesuatu yang terlarang harus saya hindari.
Padahal Allah hanya menyuruh untuk menghindari makan babi, sebagai makanan kita.
Allah tidak pernah menyatakan bahwa dengan demikian maka babi tergolong hina dan menjijikan.

Babi tidak pernah meminta untuk diciptakan sebagai babi, begitu pula saya,..saya tidak pernah meminta untuk diciptakan sebagai perempuan, anak dari ayah dan ibu saya. Allah menciptakan babi pasti ada maksudnya, karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Allah tidak pernah sekedar iseng, hanya sekedar untuk membuat keberagaman hewan di dunia ini, lantas menciptakan babi. Pasti ada maksud tertentu dibalik semua penciptaan makhluk, pastinya berupa apa saya tidak tahu. Apakah sebagai bahan ujian bagi manusia dalam hal makanan, karena katanya daging bagi itu sangat enak. Ataukah secara ekosistem ternyata binatang babi mempunyai sebuah peranan tertentu sehingga suatu ekosistem tetap seimbang,...atau yang lainnya.

Secara fisik, kera mempunyai kemiripan yang sangat besar dengan manusia. Tapi sesungguhnya secara genetika, yang paling mirip dengan DNA manusia adalah DNA babi. Allah melarang kita memakan apa saja yang berasal dari babi, mungkin bisa jadi supaya kita jangan sampai seperti karakter babi.

Tapi bagaimana pun adanya binatang tersebut, mereka telah sukarela untuk diciptakan sebagai makhluk dan menerima Allah sebagai sang Pencipta. Mereka bekerja dan hidup di dunia sesuai dengan apa yang disyaratkan Allah kepada mereka, melalui ilham yang Allah turunkan kepada mereka. Allah menurunkan ilham kepada rayap untuk membangun sebuah bangunan dengan arsitektur yang sangat baik, membuat rumah yang nyaman bagi kehidupan rayap, begitu pula dengan semut. Bagaimana semut bisa membuat sarangnya yang begitu kompleks pengaturan dan tatanannya, bila tanpa melalui ilmu Allah yang Allah turunkan kepada mereka. Bagaimana lebah hinggap disebuah bunga lantas dia bisa menghasilkan madu yang berkhasiat bila tanpa ilham dariNya?. Dan meraka semua menjalankan apa yang diturunkan/diilhamkan kepada mereka, seluruhnya tanpa penolakan dan pengingkaran.
Dengan cara itulah meraka bertasbih,.memuji Allah sebagai Pencipta alam semesta, sebagai bentuk pengakuan dan ketundukan mereka terhadap Allah, Rabbal alamiin.

Bagaimana pula cara saya sebagai manusia bertasbih kepadaNya? Sudahkah saya menundukkan diri kepada aturanNya?
Adakah ilmuNya itu sampai kepada saya, ataukah saya masih saja terhijab oleh semua nafsu yang ada?
O,..Ya Allah sepertinya saya tidaklah lagi bisa memandang babi dengan pandangn jijik, karena tentunya dia telah bertasbih dengan caranya......

Saturday, April 23, 2005

Berbagi atau Berbangga ria,..

Masih mengenai milis,..
Saya ikut milis yang isinya ibu-ibu dari berbagai kalangan, bebagai agama dan latar belakang pendidikan. Ada yang ibu bekerja mapun yang jadi ibu rumah tangga seperti saya. Isinya seputar anak, ibu dan keluarga.

Dan mulailah,. seringkali bermunculan sharing atau berbagi informasi mulai dari kebiasaan anak hingga tempat jualan makanan enak tertentu. Hal yang sering muncul biasanya pembicaraan mengenai anak-anak.
Saya berusaha untuk tidak terlalu terlibat dalam acara berbagi atau sharing soal kebiasaan anak-anak, ataupun hal-hal yang saya lakukan terhadap anak.
Tapi seringkali pula saya tergoda dan akhirnya mengirim juga sharing saya soal tersebut. Padahal setelah itu biasanya saya menyesal, kenapa pula harus berbagi soal itu, toh ternyata ada banyak orang lain yang mengirim email hal yang sama.
Bukan apa-apa,.. khusus buat saya pribadi saya masih suka ragu,..apakah benar ingin berbgai informasi atau hanya sekedar pamer kebolehan anak.

Pertama saya khawatir, saya terlalu hiperbola ketika saya menuliskan pengalaman saya tentang anak-anak kepada orang lain. Hingga secara tak sengaja menutupi kekurangan yang ada, dan inginnya menampilkan kelebihan anak-anak saya.
Kedua, kasihan anak saya, dieksploitasi kisahnya oleh saya. Saya ceritakan kekurangan dan kelebihan anak saya kepada orang lain, padahal bisa jadi sebenarnya itu kurang baik. Mungkinkah anak juga memerlukan privasi?,....
Ketiga, saya khawatir saya tidak bisa konsisten dengan apa yang saya tulis. Saya tulis melakukan ini,..ini..ini.. tapi ternyata nggak dilakukan, atau hanya sebagian, dll.
Pokoknya setelah dievaluasi lagi,..nggak sreg deh en jadinya perasaan saya kurang nyman setelah mengirimkan email tersebut.
Nyesel gitu lho,..
Tapi saya tetap setia membaca sharing dari ibu-ibu lain yang memang berkenan untuk mengirimkan cerita-cerita tentang anak-anaknya,..walopun kadang-kadang bikin hati mengkerut karena ternyata anak-anakku tidak sehebat anak-anak ibu-ibu tersebut.
Padahal memang anak-anak itu adalah unik, selalu berbeda satu dengan yang lainnya.

Aaah,..Hanif,..Hasya,..gomen ne,..
Next time must be better ok!!
Ibu sayang kalian,..apapun dan bagaimanapun adanya,..
Karena kalianlah yang terbaik yang Allah titipkan kepada ibu,..
Gomennasai,..
Aisiteru,...

Seragam yang Membosankan

Saat ini, saya ikut beberapa milis, dan dua diantaranya saya kurang begitu aktif. Alasan yang sebenarnya untuk tidak aktif karena bosan. Ya,.. saya bosan karena nuansanya seragam. Setiap yang diposting baik itu artikel ataupun komentar gaya dan nadanya seragam. Tapi saya pun nggak bisa lantas memutuskan untuk unscribe, karena saya masih memerlukan informasi mengenai even-even tertentu yang biasa diumumkan oleh milis tersebut.
Kalaupun ada diskusi maka, arah diskusi sudah bisa ditebak dan kesimpulannya pun sudah bisa diraba. Ya,..initinya kurang dinamislah,..

Mungkin ada yang bertanya, kenapa nggak saya aja yang buat berbeda,..hi..hi.. saya jawab,..sudah,.. saya coba buat suasana baru dengan gaya yang sedikit "lain", baik dalam memberikan komentar maupun mengirim artikel. Dan hasilnya?... ha,..ha..ha.. saya pun semakin males,.. kurang mendapat apresisasi karena dianggap berbeda,..nah lho,.. jadi gimana dong?...
Ya,.. biarkan saja,.. toh setiap milis punya warna tersendiri, dan kalaupun warnanya kurang banyak ya,.. itu kan pilihan . Kalo hanya tersaji 1-2 warna saja ya mungkin itulah jalur yang dipilih oleh member milis tersebut. Mungkin kalo terlalu banyak warna juga jadinya kan kacau, jadi wana yang mucul bisa-bisa hitam,..karena campur aduk antara warna yangs atu dengan warna yang lain,..waaah lebih membosankan lagi kan?.

Mengenai kedinamisan,.. saya jadi teringat dengan Karisma. Sepertinya baru Karisma di Mesjid Salman, organisasi yang saya anggap cukup dinamis, artinya banyak warna tapi tetap menyenangkan. Itu jaman saya dulu periode 13-16-an,.. tahun 1991-1996, nggak tahu juga ya kalo sekarang. Dulu teman-teman satu grup saya berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang keislaman yang beraneka macam. Ada yang jago fiqih plus bahasa arab, tapi koboi. Ada yang bergaya akhwat sekali, dengan sejumlah hafalan Qur-annya. Ada yang cantik dan modis. Ukuran kerudung pun beraneka macam. Mulai ukuran jumbo (1,5 meter), hingga yang biasa (1,10 meter). Tapi tidak membuat kami satu dengan yang lainnya saling berjarak,.. sungguh,..malah membuat kami semakin erat. Hingga saat ini teman-teman masih terus mengikat kontak. Berusaha menyambung tali silaturahmi jangan sampai putus. Ya,..itulah grup Ashkaf,..sempat terkenal karena keberagamannya.

Nggak ngerti juga sih kalo sekarang ,..setiap ketemu komunitas pengajian kayaknya warnanya sama semua,.. mungkin saya yang kuper jadi nggak ketemu warna yang lain. Tapi heran juga sih,.. ketika seorang teman ingin ikut pengajian rutin maka sebelumnya sedikit "diwawancara" , partai apakah yang dia pilih ketika pemilu yang lalu. Juga ditanya sejauh mana pengetahuannya tentang sebuah partai tertentu. Ck,..ck..ck.. mungkin tuntutan jaman harus begitu ya...
Aah,..jadi semakin kangen dengan anak-anak Ashkaf.

Eh kayaknya nggak nyambung kali ya sama judulnya,..ya intinya saya hanya ingin nulis kalo Allah menciptakan keberagaman itu dengan suatu maksud tertentu. Tinggal kitanya bisa nggak membuat kebinekaan itu menjadi sebuah wujud kerahmatan Allah. DAn bila selalu seragam itu tak selamanya menyenangkan,... tapi juga bisa membosankan.
Wallauhu'alam